Pengertian E-Commerce adalah proses transaksi
bisnis secara online melalui jaringan internet dengan tujuan kemudahan dan
kecepatan. E-Commerce atau Perniagaan Elektronik adalah bentuk dari
pengembangan perdagangan sebenarnya yang merupakan kegiatan yang dilakukan
manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan
sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah-berubah.
Electronic Commerce
(Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang
dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan
pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat
didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang
atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik.
Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan
tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a
part of e-business”.
Manfaat penggunaan
E-Commerce yaitu:
- Melewati batasan geografis
Jika Anda memiliki toko fisik, Anda dibatasi oleh wilayah
geografis yang dapat Anda layani. Dengan situs web e-commerce, seluruh dunia
adalah taman bermain Anda. Selain itu, munculnya mCommerce, yaitu, e-commerce pada
perangkat mobile, telah memutuskan segala keterbatasan geografis yang tersisa.
- Mendapatkan pelanggan baru lewat
search engine
Ritel fisik didorong oleh brand dan hubungan. Selain itu, ritel
online juga didorong oleh lalu lintas dari mesin pencari. Bukan hal baru bagi
pelanggan untuk mengikuti link dalam hasil pencarian mesin pencari, dan
mendarat di sebuah situs e-commerce yang mereka belum pernah dengar sebelumnya.
- Biaya lebih rendah
Salah satu sisi positif paling nyata dari e-commerce adalah biaya
yang lebih rendah. Bagian dari biaya-biaya lebih rendah ini dapat diteruskan
kepada pelanggan dalam bentuk pemberian diskon.
- Mencari produk lebih cepat
Hal ini tidak lagi tentang mendorong keranjang belanja ke lorong
yang benar, atau produk yang diinginkan. Di sebuah situs e-commerce, pelanggan
dapat mengklik navigasi intuitif atau menggunakan kotak pencarian untuk segera
mempersempit pencarian produk mereka. Beberapa situs web mengingat preferensi
pelanggan dan daftar belanja untuk memfasilitasi pembelian berulang.
- Mengeliminasi waktu dan biaya
perjalanan
Kadang-kadang pelanggan melakukan perjalanan jauh untuk mencapai
toko fisik yang mereka sukai. E-commerce memungkinkan mereka untuk mengunjungi
toko yang sama secara virtual, hanya dengan beberapa kali klik.
- Memberikan perbandingan berbelanja
E-commerce memfasilitasi perbandingan berbelanja. Ada beberapa
layanan online yang memungkinkan pelanggan untuk menelusuri beberapa pedagang
e-commerce dan menemukan harga terbaik.
- Transaksi, tawar-menawar, kupon, dan
pembelian secara berkelompok
Meskipun ada setara fisik untuk transaksi, tawar-menawar, kupon,
dan pembelian secara berkelompok, belanja online membuatnya jauh lebih nyaman.
- Memberikan banyak informasi
Ada keterbatasan jumlah informasi yang dapat ditampilkan di toko
fisik. Sulit untuk membekali karyawan untuk menanggapi pelanggan yang
membutuhkan informasi di seluruh lini produk. Situs web e-commerce dapat
membuat informasi tambahan dengan mudah untuk pelanggan. Sebagian besar
informasi ini disediakan oleh vendor, dan tidak ada biaya apapun untuk membuat
atau menjaganya.
- Memudahkan komunikasi bisnis
Menggunakan informasi yang diberikan pelanggan dalam formulir
pendaftaran, dan dengan menempatkan cookie di komputer pelanggan, seorang
pedagang e-commerce dapat mengakses banyak informasi mengenai pelanggan. Hal
ini, pada gilirannya, dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang relevan.
- Buka sepanjang waktu
Situs web e-commerce dapat berjalan di semua waktu selama 24 jam
sehari – 7 hari sepekan . Dari titik pandang pedagang, ini meningkatkan jumlah
pesanan yang mereka terima. Dari titik pandang pelanggan, toko yang “selalu
terbuka” jelas lebih nyaman.
Dampak Positif dan Negatif E-Commerce.
Dampak positifnya,
yaitu:
- Revenue Stream (aliran pendapatan)
baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem
transaksi tradisional.
- Dapat meningkatkan market exposure
(pangsa pasar).
- Menurunkan biaya operasional(operating
cost).
- Melebarkan jangkauan (global reach).
- Meningkatkan customer loyality.
- Meningkatkan supplier management.
- Memperpendek waktu produksi.
- Meningkatkan value chain (mata rantai
pendapatan).
Dampak negatifnya,
yaitu :
- Kehilangan segi finansial secara
langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening
satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial
yang ada.
- Pencurian informasi rahasia yang
berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia
tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan
kerugian yang besar bagi si korban.
- Kehilangan kesempatan bisnis karena
gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti
aliran listrik tiba-tiba padam.
- Penggunaan akses ke sumber oleh pihak
yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah
sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain
ke rekeningnya sendiri.
- Kehilangan kepercayaan dari para
konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan
dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi
perusahaan tersebut.
- Kerugian yang tidak terduga.
Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran,
praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan
faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.